
Pada tanggal 2 November 2021 ini, Desa Plaosan menerima kunjungan dari istri Bupati Lamongan, Anis Yuhronur Efendi. Tujuan kunjungan Beliau ke Desa Plaosan adalah untuk mengetahui apa yang menjadi alasan Desa Plaosan menjadi salah satu desa dari 5 desa di kecamatan Babat yang terpilih menjadi pilot program percepatan penanggulangan kemiskinan ekstrem di Indonesia.
Dalam kunjungan Beliau kali ini, Pemerintah Desa Plaosan menyiapkan Balai Desa sebagai tempat berlangsungnya acara yang dihadiri juga oleh kader PKK Desa Plaosan, beberapa warga kurang mampu dan tamu yang diundang oleh Pemerintah Desa Plaosan.
Selain memberikan beberapa sambutan kepada para tamu, Beliau juga secara langsung mendengar beberapa keluhan dari warga yang kurang mampu dan memberikan bantuan yang sesuai dengan kebutuhan mereka, baik itu berupa finansial, barang, atau sarana kesehatan.

Masih dalam kesempatan yang sama, Beliau juga menekankan bahwa bantuan yang diberikan kepada warga kurang mampu ini nantinya harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya dan alangkah baiknya bagi para penerima untuk tidak selalu berpangku tangan pada bantuan dan berusaha untuk keluar dari kategori warga kurang mampu.
Program percepatan penanggulangan kemiskinan ekstrem sendiri adalah program dari Pemerintah Pusat yang diketuai oleh Bapak Wakil Presiden K.H Ma'ruf Amin dan menargetkan Indonesia nihil dari kemiskinan ekstrem pada tahun 2024.
Menurut data dari Badan Pusat Statistik, tingkat kemiskinan ekstrem di Indonesia adalah 4 persen atau sekitar 10,86 juta jiwa. Sedangkan tingkat kemiskinan secara umum di Indonesia per Maret 2021 adalah 10,14 persen atau 27,54 juta jiwa.
Program ini sebenarnya berjalan lurus dengan tujuan pembangunan berkelanjutan atau sustainable development goals (SDGs) Desa yang memuat poin untuk menghapus kemiskinan di desa.
Oleh sebab itu, mari kita semua, khususnya waga Desa Plaosan untuk mendukung program ini agar tepat sasaran dan memastikan rumah tangga yang kurang mampu agar mendapat manfaat yang sebesar-besarnya dari program ini.