You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Loading...
Logo Desa Plaosan
Desa Plaosan

Kec. Babat, Kab. Lamongan, Provinsi Jawa Timur

Selamat Datang Di Website Resmi Pemerintah Desa Plaosan Kecamatan Babat Kabupaten Lamongan. Jangan Lupa Untuk Tetap Patuhi Protokol Kesehatan.

Hari Bumi, Hari Pengingat Pentingnya Menjaga Lingkungan Hidup

Administrator 22 April 2022 Dibaca 466 Kali

Thumbnail Hari Bumi Hari Bumi atau Earth Day diperingati setiap tanggal 22 April setiap tahunnya di seluruh dunia. Sejarah peringatan Hari Bumi tak terlepas dari gerakan lingkungan untuk meningkatkan kesadaran manusia terhadap planet yang kita tinggali ini.

Tahun ini, tema Hari Bumi 2022 mengusung "Invest in Our Planet", yang berisi kampanye ajakan untuk menjaga kelestarian lingkungan sebagai bagian dari investasi di masa depan. Isu lingkungan dan perubahan iklim masih menjadi sorotan dan gerakan yang terus digaungkan dalam setiap perayaan Hari Bumi ini setiap tahunnya.

Selain itu, terdapat sub tema Earth Day 2022 "Nature in the Race to Zero" yang menyorot pengurangan emisi gas rumah kaca untuk menjaga suhu global tetap di bawah 1,5 derajat celsius. "Inilah saatnya untuk mengubah semuanya seperti iklim bisnis, iklim politik, dan bagaimana kita mengambil tindakan terhadap iklim," tulis laman Earthday.org. Peringatan ini mengajak orang-orang untuk menunjukkan dukungannya terhadap aksi perlindungan lingkungan.

Sejarah Hari Bumi

Hari Bumi pada awalnya bertujuan untuk meningkatkan apresiasi dan kesadaran manusia terhadap planet yang ditinggali oleh manusia saat ini, yaitu bumi. Pertama kali dicanangkan oleh Senator Amerika Serikat, Gaylord Nelson, pada tahun 1970. Beliau adalah seorang pengajar di bidang disiplin ilmu lingkungan hidup.

Hari Bumi awalnya berangkat dari gerakan lingkungan modern yang terjadi pada 22 April 1970 di Amerika Serikat. Disebutkan, pada tahun 1960-an sampai 1970-an, Amerika Serikat mengalami gejolak ekonomi dan politik. Masyarakat AS mengisap gas bertimbal dalam jumlah besar karena pabrik-pabrik menghasilkan asap dan lumpur yang tak terkontrol.

Polusi udara di mana-mana. Namun saat itu, masih banyak orang yang belum sadar akan masalah lingkungan dan dampaknya pada kesehatan manusia. Akhirnya pada 1962, Rachel Carson menerbitkan buku berjudul Silent Spring yang menyoroti masalah lingkungan, terutama bahaya pestisida di pedesaan Amerika.

Buku Silent Spring

Berangkat dari isu lingkungan di Amerika ini lah, sejarah Hari Bumi tercipta dan Hari Bumi Sedunia terus diperingati untuk mendorong kesadaran masyarakat dunia akan pentingnya menjaga Bumi dari kerusakan lingkungan. Buku tersebut mewakili momen pencemaran lingkungan dan membantu meningkatkan kesadaran publik terhadap organisme hidup, lingkungan, dan dampaknya pada kesehatan. 500.000 ekslempar habis terjual di 24 negara.

Hari Bumi dan gerakan lingkungan modern Nelson merasa khawatir terhadap lingkungan AS yang kian memburuk, terutama akibat insiden tumpah minyak besar-besaran di Santa Barbara, California. Akhirnya pada Januari 1969, mulai muncul banyak aktivis lingkungan termasuk Senator Gaylord Nelson. Ini termasuk Senator Gaylord Nelson yang sudah mengkhawatirkan memburuknya lingkungan di AS sejak lama.

Dilansir History, Jumat (22/4/2022) Nelson terpilih menjadi Senat AS pada 1962. Dia memiliki misi untuk meyakinkan pemerintah federal bahwa Bumi dalam bahaya. Di saat banyak masyarakat Amerika yang tidak mengenal istilah daur ulang, pada 1969 Nelson memimpin gerakan lingkungan modern dan mengembangkan gagasan tentang Earth Day.

Gerakan ini terinspirasi dari gerakan mahasiswa anti-perang Vietnam yang ada di kampus-kampus AS. Nelson ingin menerapkan semangat yang sama untuk menyadarkan publik akan polusi udara dan air. Dia mengajak anggota Kongres Partai Republik Pete McCloskey dan aktivis muda Denis Hayes. Nelson mengumumkan konsep Hari Bumi pada sebuah konferensi di Seattle, pada musim gugur tahun 1969. Dia mengundang seluruh masyarakat untuk terlibat. "Jaringan komunikasi berkawat membawa cerita dari pantai ke pantai. Responsnya sangat menarik. Telegram, surat, dan telepon berdatangan dari seluruh negeri," kenang Nelson seperti diberitakan History.

"Rakyat Amerika akhirnya memiliki forum untuk mengungkap keprihatinannya tentang apa yang terjadi di tanah, sungai, danau, udara." Denis Hayes, seorang aktivis muda yang pernah menjabat sebagai presiden mahasiswa di Universitas Stanford, terpilih sebagai koordinator nasional Hari Bumi, dan dia bekerja dengan pasukan sukarelawan mahasiswa dan beberapa anggota staf dari kantor Senat Nelson untuk mengatur proyek tersebut.

earth day

Hayes mengatur pengajaran kampus dan memilih tanggal 22 April untuk melakukan aksi. Kampanye tersebut kemudian diubah menjadi Hari Bumi. Untuk meningkatkan partisipan kampanye Hari Bumi, Hayes kemudian melakukan promosi secara nasional dan mencakup berbagai organisasi dan kelompok agama di Amerika Serikat. “Hari Bumi berhasil karena respons spontan di tingkat akar rumput. Kami tidak punya waktu atau sumber daya untuk mengorganisir 20 juta demonstran dan ribuan sekolah dan komunitas lokal yang berpartisipasi. Itu adalah hal yang luar biasa tentang Hari Bumi. Itu mengatur dirinya sendiri," kata Nelson.

Pada 22 April 1970, ribuan universitas mengorganisasi protes terhadap kerusakan lingkungan dan terjadi demontrasi besar-besaran dari pantai ke pantai dan dari satu kota ke kota lain di AS.

Pada Hari Bumi pertama pada 22 April 1970, aksi unjuk rasa diadakan di Philadelphia, Chicago, Los Angeles dan sebagian besar kota Amerika lainnya. Dampak Hari Bumi pada 1970 adalah terbentuknya Badan Perlindungan Lingkungan (EPA) Amerika Serikat dan berbagai undang-undang terkait lingkungan.

Pada 1990, peringatan Earth Day kemudian dikampanyekan secara global dengan memobilisasi 200 juta orang di 141 negara serta mengangkat isu lingkungan ke seluruh dunia. Sejak saat itu, Hari Bumi terus diperingati hingga hari ini dan kampanye dilakukan di seluruh dunia. Tahun ini, peringatan Hari Bumi 2022 atau Earth Day 2022 diselenggarakan dengan mengusung tema "Invest in Our Planet". 

source : kompas.com

Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image

APBDes 2023 Pelaksanaan

Pendapatan
Rp 1.299.743.512,00 Rp 1.535.389.600,00
84.65%
Belanja
Rp 510.510.640,00 Rp 1.425.389.600,00
35.82%
Pembiayaan
Rp 50.000.000,00 Rp 50.000.000,00
100%

APBDes 2023 Pendapatan

Hasil Aset Desa
Rp 38.250.000,00 Rp 38.250.000,00
100%
Dana Desa
Rp 1.067.052.000,00 Rp 1.067.052.000,00
100%
Bagi Hasil Pajak Dan Retribusi
Rp 4.046.472,00 Rp 47.139.600,00
8.58%
Alokasi Dana Desa
Rp 95.395.040,00 Rp 287.948.000,00
33.13%
Bantuan Keuangan Kabupaten/Kota
Rp 95.000.000,00 Rp 95.000.000,00
100%

APBDes 2023 Pembelanjaan

Bidang Penyelenggaran Pemerintahan Desa
Rp 95.395.040,00 Rp 436.337.600,00
21.86%
Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa
Rp 293.115.600,00 Rp 867.052.000,00
33.81%
Bidang Pemberdayaan Masyarakat
Rp 5.000.000,00 Rp 5.000.000,00
100%
Bidang Penanggulangan Bencana, Darurat Dan Mendesak Desa
Rp 117.000.000,00 Rp 117.000.000,00
100%